“Take a leap of faith”
Aku adalah salah satu dari sekian banyak orang yang mempercayai kalimat tersebut. Mungkin sebagian besar orang akan menilai hal tersebut adalah hal yang naif. Betul, bisa jadi naif apabila tanpa disertai suatu usaha.
Aku juga termasuk salah satu orang yang meyakini bahwa selama kita percaya kita mampu, maka kita akan bisa melakukannya, dan poin terpentingnya adalah ‘mau’.
Pada suatu fase kehidupan, akhirnya aku sampai pada suatu titik ketika aku mempertanyakan tentang siapakah diriku dan mau jadi apa sih aku ini sebenernya. Aku percaya, setiap orang yang ada di muka bumi ini, pasti memiliki misinya masing-masing. Beberapa orang dengan kelebihan berkat mungkin bisa dengan mudah menemukan dan menyampaikan misinya di dunia, namun tidak sedikit pula yang harus melalui beberapa tahapan dulu sampai akhirnya menemukan misinya.
So, it clears. Everyone has their own path. Their-own-path.
Fase ini mungkin adalah salah satu fase yang paling menyeramkan. Fase di mana kegagalan bisa datang kapan pun, fase di mana pertanyaan-pertanyaan liar berdatangan, keraguan pada diri sendiri menghantui, dan keadaan kita terombang-ambing, mau dibawa kemana sih hidup kita ini.
Hal tersebut akhirnya membawa ketakutan untuk diri kita sendiri. Ketakutan untuk melangkah, ketakutan untuk meninggalkan zona nyaman, ketakutan akan esok hari, dan ketakutan-ketakutan yang lainnya.
Siapakah yang bisa membebaskan kita dari semua ketakutan itu?
Jawabannya adalah diri kita sendiri.
Kita yang menentukan pilihan, akan kita hadapi, atau kita larut di dalamnya. Ketakutan itu sebenarnya dapat berubah menjadi kesempatan. Tentu menyeramkan, namun ketika kita tidak mencoba berani melangkah, maka kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi.
Take a leap of faith.
Believe.
Hal yang perlu dilakukan adalah mencoba untuk percaya pada diri kita sendiri dan berhenti melihat garis jalan orang lain yang membuai kita dan membuat kita melupakan jalan yang ada di depan kita.
Kita memiliki tujuan hidup yang ingin kita capai tentunya. Kalau kita masih sibuk ngurusin hidup orang lain, ya kita nggak nyampe-nyampe dong beb.
Mungkin jalannya nggak akan mudah, mungkin di depan juga pasti akan ada godaan buat tengok kanan kiri. Tapi, selama kamu udah percaya pada jalanmu, selama kamu udah mampu untuk berdiri dengan kakimu sendiri, selama itu pula kamu pasti akan bisa melewati semua yang akan muncul di jalanmu.
Eh, kok yang pertama nggak percaya sama Tuhan sih? Malah percaya sama diri sendiri, kamu musyrik ya?
Hmm, mohon maap, bukan gitu juga beb.
Well, menurutku percaya sama Tuhan itu udah menjadi hal yang utama, dan ketika kamu percaya pada dirimu sendiri hal itu adalah bukti bahwa kamu percaya sama Tuhan.
Inget deh. Jauh sebelum kamu menyadari dan kamu diajari untuk percaya sama Tuhan, Tuhan sudah lebih dulu mempercayakan kamu untuk hadir di bumi ini, hidup dalam tubuhmu sekarang, dan memberikanmu misi untuk kamu sampaikan di bumi.
Jadi menurutku, adalah hal bagus apabila kamu mulai bertanya pada dirimu sendiri tentang siapakah dirimu dan bertanya tentang hal apa yang kamu ingin lakukan atau kamu ingin capai.
Kalopun masih ada keraguan, itu bisa jadi hal yang lumrah. Kalo masih ada ketakutan itu juga hal yang biasa.
Tapi akhirnya aku yakin hal itu pasti akan jadi trigger buat diri kita sendiri. Pertanyaan-pertanyaan itu bisa mengubah cara pandang kita dan mengingatkan kita untuk selalu ingat pada tujuan kita. Pada akhirnya, pilihannya ada di diri kita sendiri, bagaimana kita akan menyikapi fase ini.
I know it’s not easy, it’s scary. Finally you see the world through your own eyes, to finally walk the path with your own foot, to realize there’s no body you can rely on except yourself.
Well, this story isn’t just a bullsh*t. I wrote this based on my own experience, based on my feelings.
So, when the questions are coming
“Who am I?”
“What I am going to be?”
“What I want for my life?”
“Am I capable doing this?”
Baby, take a leap of faith. You are on the right track.
It doesn’t mean I don’t have any worries, doubt, or fears anymore. They are still inside my mind, but they make me keep going.
Hopefully, I can ‘break’ my own wall, to keep moving and growing.
Maybe it’s gonna be rough and tough, but let’s find out, how far I can go through.
Cheers,
🙂