Kabar dalam Pandemi

Tahun 2020 sudah pastilah menjadi tahun yang penuh kejutan, ya terlalu banyak kejutan di tahun ini. Salah satu kejutan terbesar mungkin adalah pandemi COVID-19 dan disusul dengan resesi ekonomi.

Jujur, karena situasi ini ada perasaan tidak nyaman yang harus dialami. Ya, ini situasi pandemi pertama yang aku alami dan makin terasa lagi oleh keadaan perekonomian yang sedang turun.

Dampak langsung yang aku alami adalah perusahaan tempat aku bekerja harus mengurangi sebagian besar karyawannya dan adanya pemotongan gaji bagi mereka yang masih dipertahankan. Sudah pasti, bukan hanya aku sendirian yang merasakan ini.

Masa-masa ini adalah masa perjuangan. Keyakinan akan adanya ‘dunia baru’ yang akan lahir setelah pandemi ini berakhir, dan juga tentang bagaimana kita menghadapi situasi ini.

Ini merupakan masa yang cukup sulit untukku. Semua kekhawatiran dan ketakutan akan ketidaktahuan apa yang akan terjadi di masa depan cukup mengganggu. Mencoba untuk melihat ini sebagai tantangan dan kesempatan untuk berkembang dibandingkan melihatnya sebagai suatu hambatan. Terdengar bijak, namun tidak semudah itu dilakukan.

Mencoba untuk fokus ke hal-hal yang terdekat, seperti apa yang bisa dilakukan besok dibandingkan memikirkan hal-hal terlalu jauh mungkin bisa menjadi salah satu hal yang bisa menjaga agar pikiran dan jiwa tetap sehat.

Segala perasaan ataupun ketidaknyamanan yang kini hadir adalah wajar.

 

Thank You, Young Lady

So, hi! Yeah! It’s been a while since my last post, and so many things have happened.

 

First of all I dedicated this post for my self.

 

Thank you for being strong enough to face the storm.

Thank you for being tough enough to stand on the mud.

Thank you. Just thank you.

This body and this soul. They are one, can’t be apart.

They are the real fighter, the real winner.

Thank you for never giving up.

Thank you for keep going even you just make a tiny step.

Now I know, the universe has power

The universe has magic

It will work to the ones who believe,

To the ones who trust

To the ones who love,

Their body and and their soul.

“This morning, I stood in front of the mirror, there’s a pretty young lady standing gracefully. I said to her, thank you.”

 

Jimbaran, 28 Juli 2019

-Shintya

Haechi

haechi
Sumber: wowkeren.com

Haloo~ selamat memasukki waktu bercerita soal drama korea lagi nih. Kali ini aku mau bahas soal Haechi (Hangul:  해치). Ya, siapa nih yang nonton? Ceritanya udah mau sampe ujung, tinggal minggu depan :’)

Well, Haechi sendiri menurut filmnya nih konon adalah binatang yang ada dalam legenda yang dapat mengadili hal yang baik dan yang buruk.

Dasar cerita drama ini katanya dibuat berdasarkan kisah nyata. Drama ini menceritakan tentang Raja Yeongjo, yaitu raja ke-21 dinasti Joseon. Cerita dari awal masa dia belum naik tahta sampai akhirnya menjadi raja dinasti Joseon. Raja Yeongjo ini diperankan oleh Jung Il Woo (dengan nama lahir Lee Geum). Terus untuk cast lainnya ada Go Ara (Yeo Ji), terus ada Kwon Yool (Park Moon Soo), dan Park Hoon (Dal Moon).

Sebenernya aku nggak terlalu tertarik sih sama drama kolosal gini, karena susah banget beb ngapalin muka-muka pemainnya. Apalagi kalo udah yang berjenggot terus mereka pakai baju pejabat kerajaan gitu, wah kudu diinget bener-bener deh hahahaha

Awalnya tertarik nonton drama ini karena para cast drama ini kebetulan jadi bintang tamu di Running Man, terus akhirnya penasaran. Eh, ya gegara ada di Jung Il Woo juga sih sebenernya. Terus ya lagi butuh tontonan, jadi ya udah aku coba tonton aja.

Awal-awalnya sih aku bingung soal jalur ceritanya karena muter-muter gitu. Sempet mau udahan, tapi aku mencoba bertahan,. Duh, padahal hubungan sama doi aja nggak bertahan.

Okay, long short story, akhirnya aku jadi ngikutin ceritanya. Pangeran Lee Geum ini ceritanya pinter banget dan punya king to be materials. Tapi karena ibunya berasal dari low life, jadinya dia kayak diragukan dan nggak diakui gitu statusnya.

Hal yang bikin menarik adalah berbagai macam konspirasi yang ada di dalam ceritanya. Bisa dibayangkan juga betapa tahta sangat diincar oleh para elite sedari dulu, mereka nggak peduli meskipun itu kejam dan licik. Kental dengan politisasi.

Secara garis besar, drama ini emang keliatan banget menampilkan keunggulan Lee Geum dan kapasitasnya menjadi seorang raja. Terlihat dari bagaimana dia menghadapi setiap kesulitan yang menimpanya.

Selain itu, di drama ini juga diceritakan tentang keloyalitasan dan kerja sama teman-teman Lee Geum terhadap dirinya. Mereka senantiasa membantu Lee Geum dan selalu ada untuk membantunya. Wah, entah sih, tapi dari beberapa drama korea yang aku tonton akhir-akhir ini, aku suka terharu sama cerita-cerita yang juga kental dengan persahabatan gini.

Meskipun nggak terlalu menonjolkan love line, namun di beberapa adegan kita tetep dibuat untuk dapat merasakan ‘situasi’ yang sedang terjadi pada tokoh drama tersebut. Semoga aja bisa kejawab di 4 episode terakhir ini deh.

Drama ini terdiri dari 48 episode, dan kurang lebih durasi setiap episode nya adalah 30 menitan. Ditayangkan di SBS tiap hari Senin dan Selasa pukul 22.00 KST dengan 2 episodes back to back.

Sebenernya ada banyak hal yang bisa diambil sebagai pelajaran dari drama ini, misalnya aja soal kepercayaan, keberanian, pengambilan keputusan, ketegaran, maupun soal persahabatan. Dari drama ini kita juga jadi tau loh, bahwa apa yang keliatannya ‘luar biasa’ belum tentu seperti itu pula kenyataannya.

Ada satu quotes yang menarik nih dari Lee Gwang Ja

“Whoever it is, the person you are right now is the result of the choices you made”

Dan quotes nya cukup ngena sih di aku.

Nah, kalo penasaran siapakah Lee Gwang Ja, boleh nih ditonton drama nya. Mungkin buat orang yang punya interest soal sejarah kekaisaran korea atau yang kepingin tau tentang sejarah kekaisaran korea, drama ini bisa jadi salah satu rekomendasi drama yang layak buat ditonton.

Mayan dong sambil dapet hiburan terus dapet pengetahuan juga kan? 😉

 

Fase yang Menakutkan: “Baby, Take A Leap of Faith…”

“Take a leap of faith”

Aku adalah salah satu dari sekian banyak orang yang mempercayai kalimat tersebut. Mungkin sebagian besar orang akan menilai hal tersebut adalah hal yang naif. Betul, bisa jadi naif apabila tanpa disertai suatu usaha.

Aku juga termasuk salah satu orang yang meyakini bahwa selama kita percaya kita mampu, maka kita akan bisa melakukannya, dan poin terpentingnya adalah ‘mau’.

Pada suatu fase kehidupan, akhirnya aku sampai pada suatu titik ketika aku mempertanyakan tentang siapakah diriku dan mau jadi apa sih aku ini sebenernya. Aku percaya, setiap orang yang ada di muka bumi ini, pasti memiliki misinya masing-masing. Beberapa orang dengan kelebihan berkat mungkin bisa dengan mudah menemukan dan menyampaikan misinya di dunia, namun tidak sedikit pula yang harus melalui beberapa tahapan dulu sampai akhirnya menemukan misinya.

So, it clears. Everyone has their own path. Their-own-path.

Fase ini mungkin adalah salah satu fase yang paling menyeramkan. Fase di mana kegagalan bisa datang kapan pun, fase di mana pertanyaan-pertanyaan liar berdatangan, keraguan pada diri sendiri menghantui, dan keadaan kita terombang-ambing, mau dibawa kemana sih hidup kita ini.

Hal tersebut akhirnya membawa ketakutan untuk diri kita sendiri. Ketakutan untuk melangkah, ketakutan untuk meninggalkan zona nyaman, ketakutan akan esok hari, dan ketakutan-ketakutan yang lainnya.

Siapakah yang bisa membebaskan kita dari semua ketakutan itu?

Jawabannya adalah diri kita sendiri.

Kita yang menentukan pilihan, akan kita hadapi, atau kita larut di dalamnya. Ketakutan itu sebenarnya dapat berubah menjadi kesempatan. Tentu menyeramkan, namun ketika kita tidak mencoba berani melangkah, maka kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi.

Take a leap of faith.

Believe.

Hal yang perlu dilakukan adalah mencoba untuk percaya pada diri kita sendiri dan berhenti melihat garis jalan orang lain yang membuai kita dan membuat kita melupakan jalan yang ada di depan kita.

Kita memiliki tujuan hidup yang ingin kita capai tentunya. Kalau kita masih sibuk ngurusin hidup orang lain, ya kita nggak nyampe-nyampe dong beb.

Mungkin jalannya nggak akan mudah, mungkin di depan juga pasti akan ada godaan buat tengok kanan kiri. Tapi, selama kamu udah percaya pada jalanmu, selama kamu udah mampu untuk berdiri dengan kakimu sendiri, selama itu pula kamu pasti akan bisa melewati semua yang akan muncul di jalanmu.

Eh, kok yang pertama nggak percaya sama Tuhan sih? Malah percaya sama diri sendiri, kamu musyrik ya?

Hmm, mohon maap, bukan gitu juga beb.

Well, menurutku percaya sama Tuhan itu udah menjadi hal yang utama, dan ketika kamu percaya pada dirimu sendiri hal itu adalah bukti bahwa kamu percaya sama Tuhan.

Inget deh. Jauh sebelum kamu menyadari dan kamu diajari untuk percaya sama Tuhan, Tuhan sudah lebih dulu mempercayakan kamu untuk hadir di bumi ini, hidup dalam tubuhmu sekarang, dan memberikanmu misi untuk kamu sampaikan di bumi.

Jadi menurutku, adalah hal bagus apabila kamu mulai bertanya pada dirimu sendiri tentang siapakah dirimu dan bertanya tentang hal apa yang kamu ingin lakukan atau kamu ingin capai.

Kalopun masih ada keraguan, itu bisa jadi hal yang lumrah. Kalo masih ada ketakutan itu juga hal yang biasa.

Tapi akhirnya aku yakin hal itu pasti akan jadi trigger buat diri kita sendiri. Pertanyaan-pertanyaan itu bisa mengubah cara pandang kita dan mengingatkan kita untuk selalu ingat pada tujuan kita. Pada akhirnya, pilihannya ada di diri kita sendiri, bagaimana kita akan menyikapi fase ini.

I know it’s not easy, it’s scary. Finally you see the world through your own eyes, to finally walk the path with your own foot, to realize there’s no body you can rely on except yourself.

Well, this story isn’t just a bullsh*t. I wrote this based on my own experience, based on my feelings.

So, when the questions are coming

“Who am I?”

“What I am going to be?”

“What I want for my life?”

“Am I capable doing this?”

Baby, take a leap of faith. You are on the right track.

It doesn’t mean I don’t have any worries, doubt, or fears anymore. They are still inside my mind, but they make me keep going.

Hopefully, I can ‘break’ my own wall, to keep moving and growing.

Maybe it’s gonna be rough and tough, but let’s find out, how far I can go through.

Cheers,

🙂

Hope

Maybe it will not gonna be easy

To dance in the rain

To dance with the storm

To realize that the star isn’t yours

But hey,

There might be a rainbow after the rain

There might be a brighter day after the storm

There might be another star that is meant to be yours

At the end of the day,

There will always a hope

That is waiting for you in the other side

 

Rahasia Hati

Hati, siapa orang yang tak punya hati?

Rasa, siapa orang yang tak merasa?

Rahasia, siapa orang yang tak punya rahasia?

Rahasia terdalam yang hanya hati bisa merasakan

Rahasia yang hanya dibagi kepada Sang Pencipta Kehidupan

Dalamnya rahasia hati

Tiada seorang pun yang tahu

Hati orang siapa yang tahu

Nikmatnya Sate Sapi Suruh

Ke pasar minggu beli buah naga

Buahnya segar enak rasanya

Kalau kamu mampir ke Salatiga

Jangan lupa cobain kulinernya

Yap! Buat aku pribadi, nyobain makanan khas atau makanan yang terkenal di suatu daerah yang baru aku kunjungi bisa menjadi ritual wajib. Hal tersebut seakan bisa menciptakan ikatan khusus antara aku dan kamu daerah tersebut. It’s probably a little bit ridiculous, but it left something special in my chest and my mind. Kuliner khas suatu daerah merupakan identitas, rasa yang kita cicipi adalah ‘rasa’ daerah tersebut. Kita tidak hanya sekedar mencicipi cita rasa makanannya saja, namun kita juga ‘merasakan’ daerah tersebut. Hal itu akan membuat kita merasa mengenal daerah itu lebih dekat.

Okay… boleh setuju boleh enggak, karena itu kan pendapat pribadi yah~

Nah, kalo kalian lagi mampir ke Salatiga dan bingung mau kulineran apa, maka aku akan merekomendasikan salah satu kuliner favorit aku.

Sate Sapi Suruh

Wah apaan tuh? Sate sapinya pake daun suruh (sirih) atau sapinya sebelum di sate disuruh-suruh dulu?

Aku akan jelasin sedikit nih kalo gitu. Suruh itu adalah nama suatu daerah yang sebenernya secara administratif dia bukan kawasan Kota Salatiga, tapi ya daerahnya deket perbatasan kota gitu. Sejujurnya makanan ini udah jadi makanan favorit aku sejak kecil. Kebetulan nenek aku emang tinggal di daerah Suruh, jadi kalo dulu lagi mengunjungi beliau pasti ya disempetin nyicipin makanan ena ini :’)

Dan beruntunglah kita karena Sate Sapi Suruh ini buka cabang di Salatiga!!!

Apa sih yang istimewa dari Sate Sapi Suruh ini?

Kalo menurut aku yang bikin sate sapi ini beda dengan sate sapi yang lain adalah pengolahan daging sapinya yang empuk banget dan bumbu kacangnya yang yahud. Tekstur bumbu kacangnya ini cukup unik, karena beda kayak bumbu kacang yang biasa kita makan. Teksturnya lebih kasar dan kita masih bisa ngerasain butir-butir kacang yang crunchy.

IMG_20190322_102516
Dok. Pribadi

Rasa bumbu kacang yang pedas manis dipadukan dengan daging sapi yang empuk menjadi komposisi yang lumer banget di mulut, apalagi ketika dimakan dagingnya nggak pake acara nyangkut-nyangkut. Dihidangkan dengan irisan kupat membuat sajian ini terasa lebih nikmat.

Khas banget juga penyajiannya dipakein daun pisang sebagai alasnya.

IMG_20190322_102139
Dok. Pribadi

Resep Sate Sapi Suruh ini merupakan resep turun temurun keluarga yang masih terjaga keasliannya. Jadi, selain nikmat, sajian ini juga legendaris.

Aku mencoba memastikan kembali ke penjualnya, apakah cabang yang di Salatiga ini sama dengan yang di Suruh, lalu beliau mengiyakan dan menyampaikan bahwa semua saudaranya juga menjalankan usaha serupa.

IMG_20190322_102316
Dok. Pribadi

Pokoknya nggak perlu khawatir karena semuanya berasal dari satu resep yang sama.

Ketika kita menyinggahi rumah makan ini, sebenarnya sate sapi Suruh bukan menjadi satu-satunya menu yang ada di sana. Mereka juga menyajikan bakso, mie ayam, dan juga sate ayam. Kebetulan saya udah pernah coba semuanya, dan rasanya nggak bakal bikin kita nyesel.

IMG_20190322_101925
Dok. Pribadi

Ketika kita memesan sate sapi di sini, pastikan kita menentukan pilihan kita dulu ya. Apakah kita mau makan satu porsi sate full daging atau ada juga yang dicampur dengan lemak.

Satu porsi berisi sepuluh tusuk, tapi sebenernya bisa juga kok kalo kita mau pesen mandiri. Hmm, maksudnya kayak tinggal nyebutin aja mau beli berapa tusuk gitu, jadi nggak cuma berpatok pada porsi yang sudah ada. Harga untuk satu porsinya (termasuk kupat) adalah Rp 32.000 untuk full daging dan Rp 30.000 untuk yang campur.

Sate Sapi Suruh ini memang udah terkenal kelezatannya, dan rumah makannya emang nggak pernah sepi. Bahkan pada momen-momen tertentu rumah makan ini pasti bakal rame banget, misalnya ketika momen lebaran. Pengunjung yang datang pun tidak hanya berasal dari Salatiga namun juga berasal dari luar kota. Jadi, emang udah terbukti lah kalo kelezatannya nih bukan kelezatan ala-ala.

Pastikan ketika ke Salatiga, kalian tidak melewatkan kesempatan mencicipi kuliner yang satu ini. Sudah menjadi jaminan kalo kalian akan ketagihan dan pasti akan dibuat kangen sama cita rasa kuliner ini.

IMG_20190322_101959
Dok. Pribadi

Lokasi Sate Sapi Suruh ini terletak di Jalan Jendral Sudirman, untuk tepatnya bisa dicek di sini ya.

Selamat menikmati! Yummmmm…

 

 

Yuk, Kenalan Sama Salatiga!

Halo! Aku mau ngenalin kalian sama kota kelahiran aku, yaitu Kota Salatiga.

Salatiga1
Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Ketika ada orang yang nanyain daerah asal ku, dan aku jawab “Salatiga”, maka jokes paten yang akan aku terima adalah “Wah, bener tujuh dong?” atau “Dapet 70 dong..” terus biasanya aku cuma hahahihi aja. Padahal dalem hati aku jawab, “Ih, iya kalo soalnya cuma sepuluh…” #ehgimana #krik

Hahahaha

Asli sih tapi mungkin yang ngalamin hal kayak gitu nggak cuma aku, tapi juga anak-anak Salatiga yang lainnya. Ada juga nih beberapa orang yang belum tau soal Kota Salatiga, jadi aku akan jelaskan sedikit.

Salatiga merupakan salah satu kota kecil di Jawa Tengah dan terletak di kaki Gunung Merbabu. Secara geografis kota ini memang strategis karena terletak di antara dua kota besar yaitu Semarang dan Surakarta, banyak yang menyebut juga kalo kota Salatiga merupakan kota transit.

Ditilik dari sejarahnya, ada beberapa cerita rakyat yang mengisahkan tentang asal-usul kota ini. Namun pemerintah Kota Salatiga dalam peraturan daerahnya, telah menetapkan hari jadi Kota Salatiga berdasarkan tanggal yang tertulis di sebuah prasasti yaitu Prasasti Plumpungan. Prasasti itu pula yang menjadi acuan dasar asal usul Kota Salatiga.

Prasasti tersebut dituliskan dalam bahasa jawa kuno dan bahasa Sanskerta. Dalam prasasti tersebut diceritakan mengenai ketetapan hukum suatu wilayah perdikan (wilayah kerajaan tertentu) yang dibebaskan dari segala ketentuan pajak karena memiliki kekhususan tertentu. Daerah yang saat itu diberikan kebebasan pajak adalah Desa Hampra. Di desa inilah Prasasti Plumpungan berada yang mana saat ini termasuk dalam wilayah administratif Kota Salatiga. Dengan kata lain, Desa Hampra juga merupakan wilayah Salatiga saat itu.

2012-09-24 08.08.01
Dok. Pribadi

Dalam prasasti tersebut tertulis sebuah kalimat yang saat ini dijadikan motto Kota Salatiga. Motto ini juga dikenal menjadi salam khas dalam ajang pemilihan Duta Wisata Kota Salatiga *berdasarkan pengalaman*,

Çrir Astu Swasti Prajabhyah

Memiliki arti “Semoga berbahagia, Selamatlah Rakyat Sekalian.”

Oiya, dalam Prasasti Plumpungan tertulis tanggal 24 Juli 750 yang akhirnya diperingati sebagai hari jadi Kota Salatiga. Udah tua kan? :’)

Well, kota Salatiga nih juga cukup berperan loh dalam sejarah. Salah satunya adalah tempat berlangsungnya Perjanjian Salatiga. Perjanjian ini dilakukan di gedung VOC yang sekarang menjadi kantor dinas Wali Kota Salatiga. Secara singkat perjajian tersebut ditandatangani oleh Raden Mas Said, Sunan Paku Buwono III, VOC, dan Sultan Hamengku Buwono I di gedung VOC Salatiga. Melalui perjanjian tersebut, Hamengku Buwono I dan Paku Buwono III melepaskan beberapa wilayahnya untuk Raden Mas Said atau yang dikenal dengan Pangeran Sambernyawa. Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 17 Maret 1757.

kantor-walikota-salatiga
Sumber: kotasalatiga.com

Pada jaman kolonial Belanda dulu, Kota Salatiga ini pernah disebut sebagai salah satu kota terindah di Jawa Tengah dan pernah menjadi salah satu kota favorit untuk ditinggali.

Uwaw mendadak nih kayaknya tulisanku jadi macem materi ajar sejarah ya hahaha

Tapi itu sedikit tentang sejarah kota kelahiran aku, seperti perkataan Bung Karno, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah” atau biasa disebut JASMERAH.

Nah, kalo keadaan Kota Salatiga sekarang sih udah bisa dibilang kota kecil ini udah mulai agak padet. Perkembangan pembangunannya juga udah mulai terasa, terlebih namanya mulai mencuat setelah pembangunan jalan tol Transjawa. Udah pernah liat dong pastinya foto gerbang tol Salatiga yang disandingkan dengan pemandangan yang ada di Swiss?

Kalo menurut aku pribadi sih mungkin agak sedikit berlebihan ya, tapi aku emang nggak menyangkal kalo pemandangannya emang bagus. Apalagi kalo masih pagi, bener-bener seger banget. Katanya jalur tol ini termasuk ke dalam salah satu jalur tol terindah di dunia.

Salatiga sekarang juga udah lumayan sering nih kedatengan artis-artis ibu kota buat manggung. Ya, maklum aja nih, jaman aku kecil kayaknya jarang banget malah hampir nggak ada artis yang dateng buat tampil di Salatiga. Mungkin hal tersebut bisa jadi patokan perkembangan infranstruktur Salatiga juga yah.

Ketika kalian berkunjung ke Salatiga mungkin kalian nggak akan bisa menemukan mall ataupun bioskop, tapi hal itu yang menjadikannya berbeda karena tandanya kalian bisa menikmati kota Salatiga dari berbagai sisi.

Well, Salatiga sebenernya punya banyak hal untuk dibicarakan. Berdasarkan Setara Institute for Democracy and Peace, Salatiga menempati urutan ke dua untuk kota toleran di Indonesia. Salatiga banyak dikunjungi pendatang dengan berbagai keragaman suku, ras, dan agama. Terutama para mahasiswa yang berkuliah di berbagai institusi pendidikan yang ada di Salatiga. Salah satu yang cukup terkenal adalah Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Okay, Salatiga emang punya pesonanya sendiri. Setiap kota pasti juga punya. Kedepannya aku akan ceritakan tentang berbagai pesona kota ini, mulai dari objek wisata, kuliner, suasana, dan berbagai hal menarik lainnya.

Aku kenalin dikit-dikit. Siapa tau nanti bisa sayang sama Kota Salatiga dan penulis juga.

Salatiga, sampai kapanpun pasti akan selalu menjadi rumah. Kota ini adalah tempat di mana aku dibesarkan dan tumbuh, kota di mana aku memulai dari semua rangkaian perjalanan ini untuk pertama kali.

Untuk Dia: Dilanku tahun 2016

Surat ini aku tulis, biarkan aku tulis, meski aku tahu surat ini tidak akan berbalas

Surat ini aku tulis kepada yang telah meninggalkan kenangan, yang kini sedang dirindu

 

Rinduku tidak pernah besar,

Tidak pernah sebesar rindumu padanya

Aku tak pernah menulis banyak surat,

Sebanyak kamu sering menuliskan surat untuknya

Sajakku tak pernah indah,

Seindah sajakmu saat menggambarkan dia

 

Aku tidak tahu, sampai kapan aku akan berhenti menyuratimu

Karena aku juga tidak tahu, sampai kapan rindu ini akan berhenti mengalir untukmu

 

****

 

TRIVIA!!! FUN FACT!!!

Tulisan kali ini seharusnya dikategorikan ke dalam kumpulan #tulisanshintya a.k.a kumpulan puisi dan sajak bebas yang kebanyakan ditulis berdasarkan suasana hati hahaha

Puisi ini aku tulis di tahun 2016, dan aku menulis ini untuk dia, Dilanku tahun 2016 #eaaaa

Jadi, dia ini emang suka nulis. Anaknya indie nan hypebeast, terus favoritnya adalah kopi, selain dia suka kasi review soal kopi di blog nya, dia juga suka nulis sajak, puisi, dan kawan-kawannya. Kayaknya nih aku ketularan dia deh…

Dulu waktu masih deket-deketnya sama dia, mendadak aku menjelma sebagai tukang tulis puisi pemuja rindu penikmat senja sambil ngopi. Lebih-lebih waktu itu juga lagi rame-rame nya trilogi nya ‘Dilan’. Berhubung kita sama-sama suka baca, akhirnya kita lumayan sering bahas soal novel ‘Dilan’ ini sebagai materi chat kita.

Dikit-dikit pasti bakal bawa-bawa Dilan..

“Kalo kata Dilan nih ya….”

“Ah, kalo kamu jadi Dilan, aku nggak mau jadi Milea…”(*)

* (Tapi karena waktu itu dia belum baca buku ke duanya, jadi ya nggak nangkep nih w becandain begitu 😦 Tau kan kenapa aku nggak mau jadi Milea? Soalnya mereka putus di buku ke-dua)

Harapanku waktu itu ya supaya kita nggak putus gitu wkwkwk

Tapi pada akhirnya kita NGGAK pernah jadian. Kita cuma terjebak dalam ‘euforia’ aja. Mungkin karena kita lumayan sering jalan, ngopi, sharing, terus nyambung juga tik-toknya, akhirnya hal itu seakan menciptakan sebuah harapan lebih (untukku tapi dia enggak).

Singkat cerita di masa-masa berkabung ku itu, aku mencurahkan apa yang aku rasain lewat puisi atau sajak, atau bahkan cerpen. Waw, sungguh patah hati yang membawa banyak inspirasi! Hahahaa

Kisah ini mengajarkan aku tentang keberanian untuk jujur. Kita harus berani jujur sama diri kita sendiri termasuk perasaan kita agar kedepannya kita nggak menyakiti banyak pihak.

Bisa jadi kita menyakiti orang lain karena kita hanya berpura-pura selama ini. Secara tidak sadar, kita juga menyakiti diri kita sendiri karena kita nggak pernah bisa mendapatkan kedamaian diri karena terjebak dalam kepura-puraan.

Jujur emang kadang bikin sakit hati, tapi kalo kita bohong maka hal tersebut akan semakin menyakiti.

At the end of the day, I believe that every cloud has a silver lining.

Surat Kecil Untuk Papa

Selamat Ulang Tahun, Papa

 

Apa kabar, Pa?

Sudah lama sejak papa terakhir hadir dalam mimpiku

Hanya memberi kabar singkat

Papa mangkat

 

Bagaimana keadaan surga?

Apa keindahan surga membuat papa lupa denganku?

Tidakkah papa rindu?

 

Dua hari yang lalu

Usia papa genap tujuh puluh tiga tahun

Selamat ulang tahun

Seuntai doa aku panjatkan, semoga dimuliakan

 

Papa

Gadis kecil yang kau tinggalkan dua puluh tahun yang lalu

Gadis kecil yang selalu menunggu apel merah oleh-olehmu

Gadis kecil.. Masihkah aku gadis kecilmu?

 

Papa

Banyak hal yang ingin aku ceritakan

Namun tanpa aku kisahkan, aku yakin papa sudah menyaksikan

Tapi aku pastikan

Gadis kecilmu tumbuh dengan kuat

Meskipun terkadang dia merasa dunia menyebalkan

Meskipun terkadang dia merasa dunia tidak adil

Namun terima kasih, engkau telah memilih wanita yang tepat untuk mengajarinya bertahan menghadapi dunia

 

Selamat bertambah usia, Pa

Selamat merindu